Jumat, 19 Apr 2024
  • Selamat datang di website kami mtsn5jkt.sch.id
  • Selamat datang di website kami mtsn5jkt.sch.id

Keberkahan Menapaki Senja

 

Semua orang tentu mendambakan keberkahan di sepanjang usia, hari-hari dilalui dengan manis, penuh kebahagiaan, keceriaan dan perubahan ke arah kebaikan walau kadang tak selamanya hari yang dilalui selalu indah, kerikil-kerikil tajam menghadang, kesulitan mendera dan kesedihan melanda, sikap tabah tuk menghadapinya, berserah diri kepadaNya, memohon dan meminta pertolongan dariNya adalah sikap yang tepat dilakukan, salah satu sifat manusia Allah telah gambarkan dalam surat Al Fajr ayat 15-16

فأما الإنسان إذا ما ابتلاه ربه فأكرمه و نعمه فيقول ربى اكرمن

Jika diuji dengan kenikmatan ia mengatakan Tuhannya telah memuliakannya

وأما إذا ما ابتلاه فقدر عليه رزقه فيقول ربى أعلنت

Sedangkan jika diuji dengan keterbatasan Rizki, ia mengatakan Tuhannya telah menghinakan

Seyogyanya tidak demikian, apa yang Allah anugerahkan kepada kita baik yang berupa kenikmatan atau kesusahan adalah ujian semata, syukur atau kufur kah ketika mendapat nikmat, sabar atau berkeluh-kesah kah ketika mendapat musibah ?

Perjalanan seseorang dari hari ke hari, tahun ke tahun mengantarkan nya kepada masa kanak-kanak, remaja , dewasa dan akhirnya memasuki usia senja. Masih teringat masa kanak-kanak yang penuh keceriaan, masa remaja yang penuh romantika, dewasa yang penuh optimisme dan jiwa energik, kini mulai memasuki usia senja, saat termenung dan mengintrospeksi diri seberapa besarkah kebaikan yang kita lakukan sejak aqil baligh sampai saat ini ? sudah maksimal kah memanfaatkan waktu sepanjang kehidupan ini ? seberapa banyak amal yang kita siapkan sebagai bekal menghadap Allah ? ataukah sebaliknya banyak perbuatan buruk dan tercela yang kita lakukan kepada orang tua, keluarga, teman-teman serta orang lain sejak aqil baligh sampai saat ini ?, kita lebih banyak berleha-leha dan melalaikan waktu ? kita terlena dalam rutinitas kehidupan duniawi dan lupa mempersiapkan bekal untuk menghadap Nya kelak ?

Ya Allah Ya Rabb, itukah yang terjadi pada kami ? dengan rahmat dan rahimMu kami bermohon keberkahan di sisa usia kami, keberkahan berasal dari bahasa Arab berkah, barokah

البركة = النعمة، السعادة

Berkah/barokah adalah kenikmatan dan kebahagiaan, dalam istilah Al-Qur’an dan Sunnah adalah langgeng nya kebaikan, bertambahnya kebaikan ( ziyadatul khoir ), menurut Imam Nawawi asal makna berkah atau barokah adalah kebaikan yang banyak dan abadi

Semakin bertambah usia, ibarat buah kami berharap semakin matang semakin manis rasanya, semakin bertambah usia, semakin sadar akan kekhilafan di masa lalu,semakin bertambah usia, semakin dekat diri ini kepadaMu ya Rabb, menjalin kedekatan dengan Rabb nya adalah dambaan semua insan agar terasah jiwa dan kepribadian nya, membuka pintu-pintu hidayah Allah agar masuk membasahi relung-relung jiwa yang galau memasuki usia senja. Tak sedikit diantara mereka yang mempunyai perasaan takut ketika harus menjalani masa pensiun, aktifitas yang selama ini dilakukan akan terputus dan merasakan post power syndrom ( sindrom pasca kekuasaan ), kondisi ketika seseorang hidup dalam bayang-bayang kekuasaan yang pernah dimilikinya dan belum bisa menerima hilang nya kekuasaan itu, sering dialami orang yang baru saja memasuki masa pensiun, merasa diri tidak berguna dan bermanfaat lagi, inilah saatnya jiwa kita harus kuat, diri harus bangkit dan selalu berprasangka baik kepada Allah, Dzat yang mengatur kehidupan manusia dan yang mengatur seluruh alam ini, bahwasanya Allah telah kabarkan dalam Al-Qur’an surat Ar rum ayat 54 :

الله الذى خلقكم من ضعف

ثم جعل من بعد ضعف قوة

ثم جعل من بعد قوة ضعفا و شيبة

يخلق ما يشآء وهو العليم القدير

Allah yang menciptakan kalian dari keadaan lemah

kemudian menjadikan kuat setelah lemah

kemudian menjadikan lemah dan tua setelah kuat

Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki

Dan Dia Maha Mengetahui dan Maha Berkuasa

Ini adalah sunnatullah yang harus dijalani, hal yang perlu kita persiapkan dan rencanakan untuk mengundang keberkahan Allah dalam menapaki senja antara lain :

1. Rutinkan minimal 1 amalan apapun ( shalat malam, sedekah, puasa, membaca/menghafal Al-Qur’an, menghadiri kajian ilmu dll ) yang dengan ini senantiasa Allah berikan pahalanya walaupun suatu ketika diri kita dalam keadaan sakit, tak mampu dan terhalang untuk melakukan amalan tersebut

2. Rutinkan 1 aktifitas fisik yang ringan sebagai kebiasaan yang menjadi hobby ( memasak, berkebun, memancing, olahraga jalan kaki, bersepeda dll )

3. Luangkan waktu bercengkrama bersama keluarga, bersosialisasi di masyarakat dengan kegiatan yang positif

4. Perbanyak dzikir, istighfar, shalawat, bersihkan hati, lapangkan dada, ikhlas dan tawakal dalam menerima keadaan ( yang telah terjadi jadikan kenangan dan pelajaran berharga )

Semoga Allah memberkahi usia kita, memberikan kekuatan yang menolong kepada kita dari sisiNya

بارك الله فى عمرنا و جعل من لدنه سلطانا نصيرا

sehingga kita termasuk golongan hamba-hamba-Nya yang ikhlas, ridho dan diridhoi Allah, menjadi jiwa yang tenang ketika saatnya menghadap Allah SWT

والله اعلم با الصواب

Jakarta, 18 Maret 2022

Pukul 00:12

 

“Tanggal yang sama 50 tahun yang lalu terlahir”

 

Sumber: https://emuliyawat1.blogspot.com/2022/03/keberkahan-menapaki-senja.html?m=1

Artikel Lainnya

Oleh : adminmtsn5

MENULIS DIKALA SAKIT 2

Oleh : adminmtsn5

Tantangan ke-1 Laa Raiba Fiihi

Oleh : adminmtsn5

Sunyi Kicauan Malam